Find us on Facebook

Berapa Usia Ideal Untuk Menikah?


Berapa usia kamu saat ini? Belasan kah? Dua puluhan kah? Tiga puluhan kah? Sudah menikah belum? 😅 Bagi kamu yang memiliki jawaban belum atas pertanyaan terakhir tersebut, siap-siap loh sebentar lagi lebaran. Namanya lebaran pasti kumpul keluarga, dan akan tiba muncul banyak pertanyaan dari saudara dan kerabat kamu mengenai pertanyaan tersebut.

Hidup di Indonesia, terutama bukan di kota besar, akan menjadi suatu bahan pergunjingan bilamana seseorang yang telah mencapai usia puluhan tetapi belum memiliki pasangan hidup yang sah. Nah itulah status sosial. Namun, apakah itu sudah benar? Mari kita telusuri.

Kapan sih usia ideal untuk menikah?

Bila ditanya demikian, akan muncul banyak jawaban dengan berbagai referensi. Dari referensi agama, misalkan, boleh menikah bila sudah akhil baligh. Usia akhil baligh sendiri tiap manusia berbeda-beda tergantung hormon dan psikologi tiap individul. Kedua, berdasarkan Undang-Undang Perkawinan di Indonesia. Ini yang menarik. Karena berdasarkan undang-undang, usia untuk perempuan adalah 16 tahun dan untuk laki-laki adalah 18 tahun. Wow.. kamu udah kelewat berapa tahun tuh? 😅 Tapi jangan khawatir, sebab Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional atau BKKBN memiliki pendapat lain, seorang perempuan akan lebih siap jika menikah di atas 20 tahun. Jadi buat kamu perempuan-perempuan di atas 20 tahun tersenyumlah 😅

Nah, sekarang bagaimana dilihat dari sudut pandang sains? Dari sudut pandang ilmu psikologi, ternyata rentang usia dewasa muda adalah 20 sampai 40 tahun. Menurut Psikolog klinis dewasa, Pustika Rucita, B.A, M.Psi., di rentang usia ini, salah satu tugas perkembangan manusia adalah untuk memenuhi kebutuhan intimasi mereka, di mana mereka akan mencoba untuk membentuk komitmen dengan orang lain. Jadi, buat kamu yang masih berusia di rentang 20 sampai 30 tahunan, tenang 40 tahun masih lama 😅😅

Meskipun demikian, pernikahan bukan didasarkan atas usia semata. Tapi lebih dari itu ada banyak faktor yang berperan penting. Misalnya saja karakter, kepribadian, pola asuh yang dia peroleh sejak kecil. Dan terakhir yang paling penting adalah tanggung jawab kepada pasangan masing-masing. Bukan hanya sekedar tanggung jawab secara fisik dan materi, lebih dari itu pernikahan adalan penyatuan dua jiwa untuk menciptakan peradaban manusia yang lebih baik. Ingat! Keturunan kamu menentukan masa depan dunia akan menjadi seperti apa. Kuy ah nikah!! 😅

No comments:

'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();
Powered by Blogger.