Find us on Facebook

Jarak Terdekat dan Terjauh Bumi-Matahari


Aloha! Akhir-akhir ini ngerasa dingin banget gak sih? Bukan sikap si doi. Tapi cuaca akhir-akhir ini. Belakangan juga beredar broadcast yang menyatakan bahwa cuaca dingin yang dirasakan di hampir semua wilayah di Indonesia itu akibat Aphelion

Apa sih itu aphelion? 

Jadi begini kawan-kawan. Mari kita telaah. Seperti yang sudah kita pelajari saat masih SD, bahwa orbit Bumi mengelilingi Matahari tidak berbentuk lingkaran, tetapi berbentuk elips. Nah, yang namanya elips, jari-jarinya gak sama kaya lingkaran dong. Jadi ada jarak terdekat dan ada jarak terjauhnya. Nah, periode saat bumi berada di posisi terjauh dengan mata hari ini yang disebut dengan Aphelion. Periode ini biasanya terjadi sekitar bulan Juli.

Apa sih efeknya? Apakah benar membuat bumi semakin dingin?

Jawabnnya kurang tepat. Kenapa? Efek dari aphelion yang pertama adalah ukuran matahari terlihat lebih kecil. Eits, tapi segimana dulu lebih kecilnya. Matahari hanya terlihat 3% lebih kecil dibanding biasanya. Bagi kita yang mengamatinya secara langsung mungkin tidak akan terasa perbedaannya. Efek yang kedua adalah intensitas cahanya matahari yang berkurang. Tapi kembali lagi pada seberapa banyak berkurangnya. Intensitas cahaya matahari saat posisi terjauh dengan bumi hanya berkurang kurang lebih 7% daripada titik terdekatnya.

Menurut peneliti BMKB dari laman kompas mengatakan, "Jarak Bumi- Matahari berefek juga pada perubahan suhu di permukaan Bumi, namun tidak signifikan jika dibandingkan dengan efek kemiringan sumbu rotasi Bumi". Nah, aphelion memang mempengaruhi suhu permukaan bumi, tetapi tidak signifikan jika dibandingkan dengan kemiringan rotasi Bumi. Masih inget dong kalau sumbu rotasi bumi ini miring 23,5 derajat. Makanya di belahan bumi utara dan selatan ada 4 musim. Jika belahan Bumi utara sedang musim dingin, maka belahan bumi selatan musim panas.

Kalau jarak terjauh Bumi-Matahari disebut Aphelion, maka jarak terdekat Bumi-Matahari ada lagi namanya. Namanya adalah Perihelion. Jika Aphelion terjadi sekitar bulan Juli, periode perihelion terjadi sekitar bulan Januari. Baik aphelion maupun perihelion, keduanya tidak memberikan efek yang signifikan terhadap suhu di permukaan Bumi.

Lalu kenapa saat ini di sebagian besar daerah Indonesia terasa dingin sekali?

Di Indonesia, karena berada di daerah khatulistiwa, hanya memiliki dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Kedua musim ini dipengaruhi oleh arah angin. Saat ini arah angin berasal dari selatan, melewati kawasan Australia. Itulah sebabnya saat ini udara di daerah Indonesia relatif lebih dingin dibandingkan sebelumnya.

No comments:

'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();
Powered by Blogger.