Find us on Facebook

8 Hal Soal Ukulele Yang Sering Ditanyakan Pemula



Alat musik yang bernama ukulele saat ini cukup populer, khususnya di Indonesia. Meskipun tidak sepopuler gitar, setidaknya ketertarikan masyarakat terhadap ukulele lebih meningkat dari beberapa tahun sebelumnya. Bukti sederhana bisa dilihat dari banyaknya ukulele yang terjual di berbagai toko online, banyaknya konten ukulele di media sosial seperti instagram, YouTube, Facebook, dll., serta mulai banyaknya toko musik yang menjual ukulele.

Selain ramainya konten ukulele di media sosial, jaringan ukulele di Indonesia juga mulai berkembang dan semakin banyak. Contohnya Republik Ukulele Indonesia (RUI) dengan presiden @LadyOnUkulele yang telah sukses merangkul berbagai komunitas ukulele di Indonesia bahkan ikut andil melahirkan komuntas-komunitas ukulele baru di setiap pelosok daerah. Mulai dari Ukulele Aceh, Ukulele Jakarta, Ukulele Bandung (UKEBA), Ukulele Surabaya (UKESUB), Ukulele Malang, Jogja Ukulele (JOGJUKES), Ukulele Palangkaraya (UKULELEPKY), Kulawargi Ukulele Garut (KULEGA), Serikat Ukulele Bogor (SLEBOR), Komunitas Ukulele Bali, Ukulele Banjarmasin, Komunitas Ukulele Depok Tercinta (KUDETA), dan komunitas ukulele lain yang mungkin belum terekspose.

Nah, bagi kamu yang kebetulan baru tertarik dengan ukulele dan mau mencari atau memilih ukulele yang cocok untuk pemula, berikut ini saya tuliskan beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan orang saat mau mulai belajar ukulele.

1. Ukulele jenis apa yang harus dipilih?


Ukulele hawaii umumnya memiliki empat macam ukuran. Dari yang paling kecil sampai yang paling besar: soprano, concert, tenor, dan baritone. Dari keempat ukuran tersebut hanya baritone yang memiliki tuning yang berbeda, yatu DGBE. Tuning ini mirip dengan tuning gitar yang dibuang dua senar paling atasnya, sehingga chord ukulele baritone akan sama dengan chord pada gitar.  Tiga jenis lainnya memiliki tuning yang sama yaitu GCEA. Nah, jadi harus pilih ukuran mana? Untuk pemula yang ingin mempelajari ukulele hawaii, saya sarankan pilih antara tiga ukuran yang pertama, antara soprano, concert, atau tenor. Pilih yang mana saja yang sesuai dengan kenyamanan dan selera karakter suara. Pebandingannya bisa dilihat di video berikut.



2. Ukulele merk apa yang cocok untuk pemula?


Jawabannya tidak ada merk khusus untuk pemula. Kamu bisa pakai merk apa saja, yang penting ukulele tersebut memiliki 4 senar dan memiliki notasi yang tepat. Maksud notasi yang tepat adalah tidak ada not yang fales pada tiap frets-nya. Banyak sekali merk ukulele. Silakan kamu sesuaikan dengan budget yang ada. Tidak ada aturan bahwa pemula tidak boleh memakai ukulele yang mahal. Kalau bisa belu kanile'a ukulele ya bagus. Kalau bisanya beli ukulele grande ya tidak apa-apa. Hanya sedikit saran saja, usahakan beli ukulele yang harganya Rp.200.000-an ke atas. Karena sepengalaman saya, ukulele dengan harga di bawah itu kurang bagus notasinya.

3. Dimana beli ukulele yang bagus?




Beli ukulele yang bagus ya langsung ke toko musiknya. Kenapa? Biar bisa dicoba dulu, dipilih-pilih dulu, dicek suara dan fisiknya. Tapi kalau misalkan tidak ada toko musik yang menjual ukulele di dekat rumah kamu, kamu bisa coba beli online. Untuk beli online, saya sarankan untuk beli melalui pihak ketiga, seperti bukalapak, tokopedia, shopee, dan sebagainya, agar ketika ukulele yang kamu beli tidak sesuai, uang kamu bisa dikembalikan.

4. Senar apa yang cocok untuk ukulele?




Senar yang paling cocok untuk ukulele adalah senar ukulele. Saran saya tidak usah menggunakan senar yang lain seperti senar raket, senar pancing, senar kolor, dsb. Boleh saja sih menggunakan senar aneh-aneh untuk keperluan eksperimen atau yang lainnya. Tetapi untuk memainkan ukulele pada umumnya lebih baik menggunakan senar khusus ukulele saja. Toh sekarang tidak terlalu susah mencari senar ukulele, bisa beli seca online dan harganya pun bervariasi dari yang murah sampai yang mahal ada.

5. Bisakah menggunakan senar raket pada ukulele?




Secara teknis bisa saja. Asalkan berupa benang, ya bisa. Benang untuk menjahit juga kalau dipasang di ukulele pasti bisa. Hanya saja menurut saya lebih baik mengunakan senar ukulele. Biarkan senar yang lain digunakan pada tempatnya. 

6. Samakah antara chord gitar dengan chord ukulele?




Berbeda, tetapi ada kemiripan. Jika ukulelemu menggunakan tuning DGBE, maka chordnya sama dengan gitar, hanya dihilangkan dua senar atasnya. Namun bila tuning ukulele kamu adalah GCEA, maka chordnya sedikit berbeda. Hanya di-transpose saja. Sebagai contoh: chord D pada gitar sama bentuknya dengan chord G pada ukulele. Sebagai bayangan, ukulele itu seperti gitar standar menggunakan capo di fret ke-5.

7. Lebih susah main gitar atau main ukulele?




Sebetulnya relatif sih, tergantung orang yang memainkannya. Tapi menurut saya pribadi, ukulele lebih simple dibandingkan dengan gitar.

8. Berapa lama waktu yang diperlukan bagi pemula sampai lancar bermain ukulele?



Jake Shimabukuro
Jawabannya adalah relatif. Tergantung orangnya, tergantung seberapa rajin dia latihan. Tapi untuk bisa memainkan beberapa lagu saja sih tidak sampai satu bulan pasti sudah lancar. Kecuali untuk bisa main seperti ukulelist professional (misalnya: Jake Shimabukuro, Kris Fuchigami, Kalei Gamiao, Cliff Edwards, dll) perlu waktu yang tidak sebentar. Walaupun demikian teruslah belajar, karena main ukulele itu menyenangkan :)

Nah, itulah pertanyaan-pertanyaan yang sering ditanyakan seputar ukulele, terutama bagi pemula. Semoga membantu kawan-kawan semua ya. Keep on strumming! Mahalo :))

No comments:

'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();
Powered by Blogger.