Find us on Facebook

Pendahuluan Sains

courtesy: fixabay.com


Pendahuluan Sains

A.I. Irvani
Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Pendidikan Islam dan Keguruan
Universitas Garut, Indonesia
Jl. Samarang No. 52 A Hampor , Garut
e-mail: airvanirvan@gmail.com 


Sains secara etimologi berarti pengetahuan. Pengetahuan sendiri merupakan segala informasi yang diketahui atau disadari oleh seseorang. Pengertian ini merupakan sains dalam arti luas sebelum peradaban berkembang. Dalam perkembangannya, sains memiliki pengertian yang lebih sempit. Sains didefinisikan sebagai suatu cara untuk mempelajari berbagai aspek-aspek tertentu dari alam dengan sistemtis, terorganisir, dan diperoleh melalui cara-cara saintifik atau melalui langkah-langkah ilmiah.

Menurut Paul Heweitt, langkah-langkah ilmiah yang dimaksud diantaranya adalah:
  1. Mengenali pertanyaan atau teka-teki, seperti fakta yang tidak dapat dijelaskan.
  2. Membuat dugaan sementara (hipotesis yang terdidik) yang mungkin menyelesaikan teka-teki tersebut.
  3. Memprediksi konsekuensi dari hipotesis.
  4. Melakukan eksperimen atau buat perhitungan untuk menguji prediksi.
  5. Merumuskan aturan umum yang paling sederhana yang mengatur tiga bahan utama: hipotesis, efek yang diprediksi, dan temuan eksperimental

Ilmu sains sendiri diklasifikasikan menjadi dua macam, yaitu natural science (ilmu pengetahuan alam) dan social science (ilmu pengetahuan sosial). Fisika sendiri tergolong ke dalam rumpun ilmu pengetahuan alam. Metode yang digunakan dalam penyelidikan ilmiah terutama dalam fisika, sama seperti langkah-langkah ilmiah di atas yaitu: (1) observasi, (2) hipotesis, (3) Prediksi, (4) eksplorasi, dan (5) kesimpulan.

Dalam melakukan penyelidikan ilmiah, khususnya dalam fisika, ada hal yang sangat penting untuk dipahami. Hal tersebut berkaitan dengan pengukuran. Karena fisika merupakan ilmu pasti, maka keakuratan dalam pengukuran merupakan dasar utama dalam menentukan kesimpulan dari penyelidikan ilmiah.

Pengukuran dalam fisika sudah dilakukan sejak jaman dahulu kala. Bahkan pada masa prasejarah, manusia sudah mulai melakukan observasi dan pengukuran, terutama pengukuran terhadap benda-benda langit (astronomy). Sejak tahun 300 SM, manusia sudah mulai melakukan observasi terhadap benda-benda langit seperti matahari, bulan, bintang, dan planet-planet yang bergerak di atas. Mulai dari perhitungan musim, teorti geosentris, heliosentris, sampai astronomy modern, semuanya berawal dari observasi dan pengukuran.

Dalam hal pengukuran ada standar yang digunakan untuk menentukan ukuran dari suatu besaran. Ada beberapa sistem pengukuran yang perlu diketahui diantaranya adalah Sistem Internasional dan Sistem Gaussian. Sistem Internasional (SI) merupakan hasil kesepakatan komite internasional yang dilakukan tahun 1960. Sistem SI dikenal juga dengan sistem mks. Sedangkan sistem gaussian sering dikenal dengan sistem cgs.

Selain sistem pengukuran, hal yang penting saat melakukan pengukuran adalah ketelitian. Ketelitian berkaitan dengan akurasi terhadap variabel yang dikuantisasikan. Ketika kita mengukur suatu besaran secara berulang, kemungkinan diperoleh angka yang berbeda. Selisih antara hasil-hasil pengukuran yang dilakukan tersebutlah yang kemudian didefinisikan sebagai nilai ketidakpastian. Semakin kecil nilai ketidakpastian dalam suatu pengukuran, maka semakin akurat hasil pengukuran tersebut. Karena ada nilai ketidakpastian tersebut, munculah angka penting dan angka tidak penting.

Angka penting adalah angka yang memiliki arti dalam hasil pengukuran. Angka ini yang muncul dalam setiap pengukuran atau perhitungan. Ada beberapa hal yang menjadi aturan angka penting, diantaranya adalah:

  1. Semua angka bukan "nol"adalah angka penting.
  2. Angka "nol" berada diantara angka bukan "nol" adalah angka penting.
  3. Angka "nol" setelah koma adalah angka penting.
  4. Semua digit dalam notasi ilmiah adalah angka peting.

Notasi ilmiah adalah cara penulisan nomor yang mengakomodasi nilai-nilai terlalu besar atau kecil untuk dengan mudah ditulis dalam notasi desimal standar. Notasi ilmiah digunakan untuk mempermudah penulisan angka-angka yang bernilai sangat besar atau sangat kecil.

Dalam notasi ilmiah, semua nomor ditulis seperti ini:

{\displaystyle a\times 10^{b}}

di mana pangkat b adalah bilangan bulat, dan koefisien a adalah bilangan riil, disebut significand atau mantissa (meskipun istilah "mantissa" dapat menyebabkan kebingungan karena juga dapat merujuk ke bagian pecahan dari logaritma). Jika nomor itu negatif maka, pangkatnya memakai tanda minus (seperti pada notasi desimal biasa).


No comments:

'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();
Powered by Blogger.