Find us on Facebook

Peran Penting Pendidikan di Abad 21



sumber: www.wealththrougheducation.com


Fungsi pendidikan adalah memberikan bekal, pengalaman, pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan kepada peserta didik untuk dapat bertahan hidup secara mandiri, bertanggung jawab, serta mampu mengatasi segala persoalan yang muncul baik pada dirinya sendiri, masyarakat, dan lingkungan dimana dia berada. Pendidikan tidak hanya berperan sebagai pemberi pengetahuan kepada peserta didik. Tetapi peran terpentingnya adalah bagaimana melatih peserta didik agar bisa menggunakan pengetahuan yang dia miliki untuk menjelaskan dan menyelesaikan permasalahan yang terjadi di lingkungan dimana dia tinggal.

Kemajuan sains dan teknologi yang saat ini semakin pesat ditambah arus globalisasi yang tidak dapat dibendung, membuat daya saing peserta didik di masa depan akan semakin ketat. Jika peserta didik tidak dibekali dengan kemampuan literasi sains dan literasi teknologi, maka di masa yang akan datang mereka akan menghadapi berbagai macam masalah. Basic science dan basic technology merupakan fondasi dasar yang harus dimiliki peserta didik dalam menghadapi tantangan ini.

Arus teknologi informasi saat ini sudah begitu deras terasa. Internet hampir sudah bisa dijangkau di seluruh penjuru desa khususnya di Jawa dan Bali. Tapi di Indonesia sendiri kemajuan di bidang tersebut kurang dimanfaatkan dengan baik terutama untuk kemajuan kemampuan dan pengetahuan massyarakat khususnya anak-anak terhadap sains dan teknologi. Siaran televisi, media masa, internet dan media sosial justru menurunkan kualiatas sumber daya manusia di negeri kita ini.

Sangat kontradiktif dengan tujuan utama teknologi informasi, media yang tersedia dimana-mana jurstru membuat masyarakat di Indonesia semakin tidak produktif. Memang ada beberapa yang memanfaatkan teknologi informasi untuk mencapai kesuksesan yang luar biasa. Tapi berapa jumlahnya? Mungkin tidak sampai 5% dari total jumlah warga Indonesia. Jumlah penduduk Indonesia saat ini kurang lebih sudah mencapai 250 juta jiwa dengan jumlah usia produktif lebih dari 30%. Artinya lebih dari 75 juta warga Indonesia berada pada usia produktif. Produktif disini dalam artinya berada pada usia dimana kondisi fisik dalam keadaan prima. Tapi kenyataannya di usia tanah air yang sudah 70 tahun, negara kita masih saja disebut negara berkembang. Sungguh ironis.

Generasi penerus bangsa ini perlu diselamatkan. Kita bisa melihat bagamaina tontonan yang disuguhkan di layar kaca bagi putra-putri kita. Coba bagi Anda orang tua yang sibuk mencari nafkah bagi masa depan putra putri Anda, sesekali perhatikan apa yang menjadi tontonan putra putri Anda. Tidak ada yang layak untuk dijadikan contoh. Hampir semua tanyangan televisi saat ini hanya merusak mental dan moral putra-putri Anda. Putra-putri kita berada pada fase dimana mereka ingin tahu apapun hal yang baru dengan cara meniri apa yan mereka lihat. Jadi hampir semua aktivitas dan kebiasaan mereka mengikuti apa yang mereka lihat di sekelilingnya.

Kita tidak bisa berbuat banyak untuk mengatur penyiaran televisi dan media di negeri ini. Hal ini menjadi tanggung jawab pemerintah, sehingga merekalah yang berwenang mengatur dan memberikan kebijakan. Hal kecil yang dapat kita lakukan adalah memberikan bimbingan dan pengawasan pada putra-putri kita sehingga mereka tak harus menonton tontonan yang tak layak untuk mereka tonton. Anda bisa mencari bakat putra-putri Anda, dan memberikan jalan untuk mengembangkannya. Tak perlu susah-susah mencari tempat pendidikan yang bagus, yang berkelas, atau yang mahal. Putra-putri Anda hanya butuh perhatian yang lebih dari Anda. Dan ada adalah sebaik-baiknya orang yang menjadi contoh bagi putra-putri Anda.  (aii)*

*berbagai sumber

No comments:

'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();
Powered by Blogger.